Tattoo, Seni Atau Identitas Diri?

Tattoo adalah sebuah karya seni menghias bagian tubuh dengan gambar-gambar tertentu untuk membuat bagian tubuh tersebut tampak indah. Di beberapa daerah di dunia, seperti di Hawaii, India atau bahkan di Kalimantan, tattoo digunakan sebagai lambang atau penanda kedewasaan seseorang, terutama bagi kaum pria di daerah tersebut.

kehadiran tato pada peradaban kuno diawali penemuan sebuah mumi perempuan Mesir kuno dari 2000 tahun sebelum masehi (SM). Di bagian tangannya, terdapat goresan berwarna hitam yang menyerupai tato. Kemudian, temuan perempuan purba bertato dari Chincurruan, Chile yang diduga berasal dari periode 3000 SM. Namun, mumi bertato tertua yang hidup pada tahun 3200 SM bernama Otzi ditemukan di bawah geyser yang berlokasi di perbatasan Austria – Italia.

Baca juga artikel berikut ini : Mengapa Orang Bisa Mengalami Intoleransi Alkohol?

Tato mumi perempuan di Sudan bertuliskan Michael dengan bentuk salib di bagian atasnya. Perempuan yang menjadi bagian dari Mesir kuno itu sedang menunjukkan bahwa ia memiliki harapan agar diberi kesehatan dalam hidupnya atas keputusannya menggambar tangannya.

Pada era kuno, tato menjadi bentuk pengharapan. Dikutip dari British Museum, tato zaman dahulu merupakan bentuk aestetic medicine atau pengobatan dengan cara yang estetis. Para perempuan Mesir bertato untuk menghindarkan diri dari penyakit. Sedangkan tato di 15 titik pada tubuh mumi Otzi dari Alpen merupakan satu bentuk terapi kesehatan pada masa itu.

Penemuan mumi bertato memberi satu pelajaran: makna tato tidak tunggal dan tetap.

Masing-masing masyarakat punya gagasan sendiri mengapa perlu menggambar tubuh. Barulah sejarah menunjukkan bahwa tato hidup di setiap peradaban. Dari para ksatria Jepang hingga Suku Maori di Selandia Baru, suku Dayak Kalimantan hingga kepulauan Pasifik, sampai peradaban religius Arab dan India hingga Afrika, melukis tubuh menjadi varian budaya yang tak terpisahkan.

Namun sebagian masyarakat masih menilai bahwa tattoo selalu berhubungan dengan hal yang negatif. Meskipun banyak yang beropini tattoo adalah salah, karena bertentangan dengan norma agama tetapi dewasa ini semakin banyak masyarakat yang membuat tattoo, baik tattoo permanen maupun temporary. Bahkan, di kalangan selebriti, tattoo adalah sebuah trend, karena banyak sekali selebriti ber-tattoo saat ini.

Di jaman sekarang kaum selebriti di dunia, terutama di Indonesia, baik pria maupun wanita, sangat banyak yang menggunakan tattoo sebagai penghias badan bahkan indentitas.

Ada juga beberapa artis wanita Indonesia yang cinta akan tattoo untuk menghiasi badannya,dan memiliki lebih dari dua tattoo menempel permanen di badannya.

Baca juga artikel berikut ini : Bahaya Makan Sayur Bayam Jika Sudah Lebih Dari 7 Jam Setelah Di Masak

Tattoo memang membutuhkan biaya relatif mahal untuk membuatnya, itu dikarenakan peralatan dan tinta tattoo sangat mahal juga. Selain dikarenakan alasan itu, dengan mahalnya membuat sebuah tatoo, masyarakat juga akan berpikir beberapa kali untuk membuat tattoo, karena tattoo permanen sulit untuk dihilangkan, meskipun mungkin, akan membutuhkan dana lebih banyak untuk ke spesialis kulit dan melakukan operasi laser untuk menghapus tattoo tersebut.

Jadi, untuk masyarakat yang ingin membuat tattoo permanen, dianjurkan untuk berpikir dua kali sebelum membuatnya.