Apakah Melakukan Hubungan Seks saat Haid Bisa Menyebabkan Kehamilan?

Mencatat siklus menstruasi sangat penting, jika Anda merencanakan kehamilan atau malah menghindarinya. Lewat siklus haid, kita dapat menentukan hari-hari yang paling subur dan kemungkinan untuk hamil lebih besar. Mitos menyebutkan bahwa seorang wanita tidak dapat hamil ketika dia sedang haid. Benarkah begitu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu ovulasi dan bagaimana pembuahan terjadi?

Ovulasi adalah hasil dari proses pematangan yang ditandai dengan ovarium seorang wanita melepaskan sel telur untuk pembuahan.

Baca juga artikel berikut ini : Mengatasi Masalah Rambut Rontok Secara Alami

Saat sel telur dilepaskan, sel ini mungkin akan dibuahi oleh sperma dan akhirnya pindah dan menempel di uterus dan menyebabkan kehamilan. Jika tidak dibuahi, sel telur akan terdisintegrasi dan lapisan rahim akan luruh dan menyebabkan menstruasi.

Terjadinya kehamilan membutuhkan sperma laki-laki saat ovulasi berlangsung. Begitu ovarium seorang wanita melepaskan sel telur, sel telur hanya hidup antara 12-24 jam. Sedangkan sperma bisa hidup selama sekitar lima hari. Maka jika sperma tersedia di rahim saat sel telur sampai di rahim, kehamilan pun akan terjadi.

Ovulasi biasanya berlangsung sekitar hari ke-14, tetapi bisa saja terjadi pada hari ke-12 atau-13 untuk wanita dengan siklus 28 hari. Ada juga wanita yang memiliki siklus lebih lama sekitar 35 hari, maka ovulasi akan terjadi sekitar hari ke-21. Wanita dengan siklus yang lebih pendek yaitu 21 hari akan berovulasi sekitar hari ke-7.

Untuk mengetahui pola ovulasi, Anda dapat mencatat jumlah hari antar menstruasi. Pengamatan bisa dilakukan selama beberapa bulan untuk mengidentifikasi suatu pola dan menentukan secara kasar kapan siklus ovulasi terjadi.

Perdarahan vagina bisa saja terjadi saat ovulasi dan sering dikira sebagai haid, sehingga melakukan hubungan seks tanpa pengaman otomatis akan meningkatkan peluang untuk hamil. Untuk wanita, siklus ovulasi adalah adalah 28 atau 30 hari. Ini berarti bahwa jika melakukan hubungan seks saat sedang menstruasi, Anda tidak akan mengalami ovulasi hingga beberapa hari kemudian.

Tetapi wanita dengan siklus yang lebih pendek tidak akan memiliki jumlah waktu yang sama antara menstruasi dan ovulasi. Pertimbangan lain adalah sperma pria dapat hidup di dalam rahim hingga 72-120 jam setelah ejakulasi. Menjelang akhir haid, peluang untuk hamil akan meningkat.

Wanita dengan siklus menstruasi lebih panjang (7-10 hari) mungkin akan melepaskan sel telur dan menyebabkan terjadinya pembuahan, meskipun menstruasi masih berlangsung. Ini berarti, Anda tetap dapat hamil meskipun Anda berhubungan seks saat menstruasi.

Baca juga artikel berikut ini : MANFAAT DAN BAHAYANYA JENGKOL

Kemungkinan wanita untuk hamil dapat naik dan turun sepanjang siklus ovulasi. Meskipun siklus bulanan rata-rata wanita adalah 29 hari, yang lain mungkin memiliki siklus bervariasi dari 20-40 hari, atau lebih lama.

Kemungkinan seorang wanita akan hamil satu sampai dua hari setelah dia haid adalah hampir nol persen. Tetapi, kemungkinan tersebut mulai meningkat setiap hari berturut-turut, meskipun masih di masa menstruasi. Pada sekitar hari ke 13 setelah memulai menstruasi, peluang kehamilannya diperkirakan 9 persen. Meskipun persentasenya rendah, bukan berarti seorang wanita 100% tidak akan hamil.