Pengertian, Penyebab, Akibat dan Solusi Stres Kerja

Stres kerja adalah sesuatu kondisi ketegangan yang menciptakan adanya ketidakseimbangan fisik dan psikis yang mempengaruhi emosi, proses berpikir, dan kondisi seorang karyawan.

Stres kerja adalah perasaan yang menekan atau merasa tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres kerja tampak dari gejala antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan pencernaan.

Baca juga artikel berikut ini : Obat Sakit Gigi Alami dan Tradisional

Penyebab Stres Kerja

Menurut Luthans (2002), penyebab stres yang bersifat organisasi, salah satunya adalah struktur organisasi yang terbentuk melalui desain organisasi yang ada, misalnya melalui formalisasi, konflik dalam hubungan antar karyawan, spesialisasi, serta lingkungan yang kurang mendukung. Hal ini dalam desain organisasi yang juga dapat menyebabkan stres antara lain adalah level diferensiasi dalam perusahan serta adanya sentralisasi yang menyebabkan karyawan tidak mempunya hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan (Robbins, 2003).

faktor-faktor penyebab stres karyawan, antara lain sebagai berikut:

    • Beban kerja yang sulit dan berlebihan.
    • Tekanan dan sikap pemimpin yang kurang adil dan wajar.
    • Waktu dan peralatan kerja yang kurang memadai.
    • Konflik antara pribadi dengan pimpinan atau kelompok kerja.
    • Balas jasa yang terlalu rendah.
    • Masalah-masalah keluarga seperti anak, istri, mertua, dan lain-lain.

Sebagian bertahan karena memang itu adalah sumber pemasukan satu-satunya, tapi tak jarang juga mereka resign dan mencari pekerjaan lain.

Baca juga artikel berikut ini : Cara Bermain Capsa Susun

Cara Mengelola Stres Kerja

Bagaimana? Apakah Anda mengalami stres kerja? Jika iya, jangan khawatir.

Stres kerja pun dapat diatasi dan umumnya perusahaan akan membuat program untuk mengatasi hal ini.

Program tersebut disebut manajemen stres, dimana dua program yang umum digunakan di dalamnya adalah program klinis dan program keorganisasian. Adapun pengertian dari kedua program tersebut adalah sebagai berikut:

Program Klinis: Program yang penanggulangannya didasarkan atas pendekatan medis tradisional. Beberapa unsur utamanya antara lain adalah diagnosis, pengobatan, penyaringan, dan pencegahan.

Program Keorganisasian: Program ini merupakan perluasan program klinis, dimana biasanya dilakukan karena adanya masalah yang ditemukan dalam sebuah perusahaan atau organisasi.