Alergi Udang dan Cara Menghindari Kambuh

Udang merupakan jenis makanan laut yang paling sering membuat alergi. Reaksi dan ciri alergi udang bisa bervariasi pada masing-masing orang, tetapi biasanya cenderung lebih parah ketimbang alergi terhadap jenis makanan lainnya.

Dengan mengenali ciri-ciri alergi udang, Anda dapat tahu cara mengatasi serta menghindari pemicunya agar tak kambuh di kemudian hari.

Makanan laut, termasuk udang, merupakan salah satu jenis makanan yang populer dan paling banyak dikonsumsi. Konsumen terbesarnya adalah kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat.

Baca juga artikel berikut ini : Jenis-jenis Teh Paling Populer di Dunia

Meningkatnya konsumsi makanan laut juga disertai dengan meningkatnya kasus alergi.

Merujuk Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy dalam beberapa kasus, orang yang menderita alergi terhadap satu jenis makanan laut cenderung alergi juga terhadap beberapa jenis lainnya.

Jadi, jika seseorang alergi udang, bisa juga dia alergi terhadap binatang laut berkulit keras (Crustacea) seperti kepiting, lobster, dan berbagai jenis udang-udangan; maupun yang bertubuh lunak (Mollusca) seperti cumi-cumi, sotong, gurita, siput, tiram, abalon, maupun kerang.

Penderita alergi udang mungkin saja tubuhnya bereaksi yang sama terhadap jenis makanan laut (seafood) lainnya. (Foto: duybox/Pixabay)

Namun ada juga yang tubuhnya memang hanya intoleran terhadap udang dan aman jika mengonsumsi makanan laut yang lain.

Alergi udang merupakan respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein pada makanan laut yang disebut tropomiosin. Antibodi memicu pelepasan bahan kimia histamin untuk menyerang tropomiosin yang dianggap sebagai patogen asing.

Efek pelepasan histamin dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat.

Faktor risiko

Seseorang lebih berisiko mengidap alergi udang jika dalam keluarganya juga memiliki berbagai macam alergi, meski tidak selalu seperti itu. Selain itu, mengutip Mayo Clinic, alergi udang dapat muncul kapan saja pada usia berapa pun, meski lebih umum gejalanya berkembang ketika dewasa.

Di usia dewasa, alergi udang biasanya lebih umum terjadi pada wanita, sementara untuk usia anak-anak, alergi ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki.

Ciri-ciri alergi udang

Reaksi alergi udang seringkali tidak dapat diprediksi, terkadang bisa sesaat setelah mengonsumsi udang atau atau reaksinya lama. Banyak reaksi alergi yang bersifat ringan seperti gatal-gatal (urtikaria).

Namun ada juga menunjukkan gejala berat dan berbahaya seperti kesulitan bernafas sehingga bisa mengancam jiwa. Ini dikenal sebagai anafilaksis, reaksi alergi yang parah.

Mungkin perlu beberapa jam gejala muncul setelah makan udang, tetapi sebagian besar muncul dalam beberapa menit saja. Gejala alergi udang dapat meliputi:

    • mulut terasa kebas atau kesemutan
    • sakit perut, mual, atau muntah
    • diare
    • reaksi kulit termasuk gatal, muncul bentol-bentol, kemerahan, atau eksim
    • pembengkakan pada bagian wajah, seperti bibir, lidah, tenggorokan, telinga, jari, atau tangan
    • pusing, berkunang, bahkan pingsan
    • hidung tersumbat
    • sulit bernapas atau mengi

Sementara, pada kasus reaksi alergi yang paling serius atau anafilaksis, meliputi:

    • tenggorokan bengkak (atau muncul benjolan di tenggorokan) yang membuat sulit bernapas
    • denyut nadi yang cepat
    • sangat pusing hingga hilang kesadaran
    • penurunan tekanan darah
    • syok

Alergi udang bisa diperparah jika seseorang mengidap asma, sensitivitas ekstrem, dan punya riwayat anafilaksis.

Cara mencegah alergi udang

Belum ada obat untuk benar-benar menyembuhkan alergi udang. Satu-satunya adalah tindakan preventif dengan tidak mengonsumsi seluruh jenis udang dan produk makanan yang mengandung udang.

Berikut 5 cara untuk menghindari kambuhnya alergi udang, mengutip Healthline.

1. Baca label makanan dengan cermat

Meski produsen makanan diharuskan untuk menuliskan kandungan dalam produk makanannya, namun tak jarang ada yang tak menyertakan jika produknya mengandung beberapa jenis makanan laut.

Karenanya, perhatikan dengan detail bahan-bahan yang terkandung dalam makanan atau bumbu kemasan sebelum membeli dan selektif memilih makanan kemasan ‘berbau’ laut atau ikan-ikanan.

2. Berhati-hati saat makan atau memilih restoran

Sebelum memesan makanan di restoran, sebaiknya tanyakan dulu kepada pelayan mengenai bahan-bahan yang ada dalam hidangan makanan yang dipilih. Pastikan untuk meminta minyak maupun peralatan masak tidak digunakan untuk menyiapkan makanan lain.

Atau jika ingin benar-benar aman, hindari makan di restoran Asia atau rumah makan khusus seafood yang sering menyajikan hidangan yang mengandung saus ikan sebagai bumbu penyedap. Kaldu atau saus berbahan dasar makanan laut dapat memicu risiko kontaminasi silang yang tinggi.

Selain menghindari makan udang langsung, dalam kasus alergi yang parah, mencium aroma atau bau masakan makanan laut seperti udang juga bisa memicu alergi.

3. Tidak berbelanja di pasar ikan

Sementara makan makanan adalah pemicu utama reaksi alergi, bagi orang yang sensitif atau punya alergi yang parah dapat langsung menunjukkan gejala hanya dengan menghirup baunya, baik mentah maupun yang sudah masak.

Jika punya alergi yang berat, mungkin harus benar-benar menghindari pasar atau pabrik pengolahan udang maupun makanan laut lainnya. Sebab beberapa kasus ada yang bereaksi setelah menyentuh atau menghirup uapnya.

4. Beritahu keluarga atau teman

Biarkan orang-orang sekitar seperti keluarga, teman, guru, maupun asisten rumah tangga tahu mengenai alergi yang diidap sehingga mereka dapat mencegah Anda mengonsumsi udang dengan tidak sengaja.

Bahkan bisa memberikan pertolongan pertama dengan cepat dan tepat ketika Anda alergi tiba-tiba kambuh.

Pertimbangkan juga mengenakan asesoris gelang, kalung, atau gantungan tas yang bertuliskan peringatan medis bahwa Anda memiliki alergi makanan.

Baca juga artikel berikut ini : Mengapa judi online Begitu Digemari Di Indonesia?

5. Periksakan ke dokter

Satu-satunya cara untuk mencegah reaksi alergi terhadap udang adalah dengan menghindari pemicunya. Namun, sekeras-kerasnya upaya yang dilakukan, dapat saja sewaktu-waktu tak sengaja bersentuhan atau mengonsumsi makanan yang mengandung udang.

Untuk mengatasi alergi yang muncul akibat ketidaksengajaan itu, mintalah resep dokter untuk mengobati reaksi alergi ringan seperti ruam dan gatal, maupun reaksi alergi parah bergantung hasil diagnosis medis.

Itulah ciri-ciri dan cara menghindari alergi udang. Menghindari udang maupun jenis makanan laut merupakan upaya penting dari pencegahan. Meski kadang sulit, namun upaya menghindari satu atau lebih jenis makanan laut dapat dilakukan.

Usahakan memasak atau membawa makanan sendiri dari rumah sebab paparan yang tidak disengaja lebih mungkin terjadi ketika mengonsumsi makanan jadi atau makan di luar.