Bukan hanya Bau, Ini Manfaat Pete untuk Kesehatan yang Berlimpah

Bukan hanya Bau, Ini Manfaat Pete untuk Kesehatan yang Berlimpah

Ketika mendengar kata ‘pete’, hal pertama yang Anda bayangkan mungkin adalah baunya. Namun, tahukah Anda bahwa manfaat pete bagi kesehatan juga sangat banyak?

Pete atau petai (Parkia speciosa) adalah tanaman yang banyak tumbuh di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Bagian yang paling sering dikonsumsi adalah bijinya atau yang kita kenal dengan biji petai.

Pete memang terkenal memiliki rasa yang tajam dengan bau yang bisa bertahan hingga berjam-jam lamanya. Karena bau itulah, pete mendapat julukan ‘biji berbau setan’.

Di balik baunya itu, terkandung manfaat pete untuk kesehatan karena ternyata biji pete pun memiliki kandungan nutrisi yang tidak bisa disepelekan. Dalam satu butir biji pete terkandung protein, karbohidrat, mineral (kalsium, magnesium, fosfor, potasium, zat besi) dan serat yang berguna bagi sistem pencernaan.

Baca juga artikel berikut ini : Tindakan yang Harus Anda Lakukan Saat Terjadi Gempa Bumi

Selain itu, sayuran ini juga mengandung komponen bioaktif dan antioksidan, seperti fenol, flavonoid, terpenoid, stigmaterol, lupeol, dan campesterol. Oleh karena itu, manfaat pete yang dapat Anda nikmati antara lain:

Menyehatkan organ dalam

Manfaat pete yang pertama datang dari kandungan antioksidan (terutama fenol, flavonoid, dan alkaloid) yang dapat menangkal radikal bebas, seperti hidrogen peroksida, superoxide anion, dan hidroksil. Radikal bebas sagat reaktif pada tubuh manusia dapat merusak jaringan pada organ vital, seperti jantung, hati, dan ginjal.

Mencegah hipertensi

Pete rendah garam sehingga aman dikonsumsi oleh penderita hipertensi maupun orang yang masih sehat dan ingin mencegah penyakit tekanan darah tinggi. Sifat antihipertensi ini juga didukung oleh banyaknya kandungan kalium di dalam biji pete.

Kandungan kalium pada pete juga dapat menstabilkan detak jantung, melancarkan pengiriman oksigen ke jantung, dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Dengan demikian, Anda akan memiliki risiko lebih kecil untuk terkena stroke.

Untuk mendapatkan manfaat ini, perlu diingat bahwa pengolahannya juga harus tepat. Jika Anda mengolah pete dengan santan dan olahan berlemak lainnya, malah justru akan meningkatkan tekanan darah Anda.

Mengobati masalah lambung

Bagi Anda yang sering mengeluhkan masalah lambung, seperti maag, manfaat pete yang satu ini bisa Anda coba. Ya, pete dipercaya dapat menetralkan asam lambung sekaligus mengobati luka lambung sehingga rasa perih pada area perut berkurang. Pete juga bersifat antasida sehingga dapat mengurangi rasa panas di dada saat Anda makan berlebihan atau kekenyangan.

Mencegah anemia

Kandungan zat besi pada pete secara teori dapat mencegah Anda terkena anemia karena dapat menstimulasi produksi sel darah merah. Meski demikian, penderita anemia tetap harus menjalani pengobatan dari dokter karena jumlah zat besi di dalam pete tidak terlalu signifikan.

Mencegah masalah pencernaan

Manfaat pete kali ini dihasilkan oleh kandungan serat di dalamnya. Serat sangat baik untuk pencernaan dan bisa menghindarkan Anda dari masalah, seperti diare hingga konstipasi.

Sebagai antibakteri

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa pete dapat membantu melawan bakteri Helicobacter pylori dan Eschericia coli. Kedua bakteri ini dikenal dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna.

Meski banyak manfaat pete yang bisa Anda dapatkan, tanaman ini belum bisa digunakan sebagai pengobatan alternatif karena kurangnya bukti ilmiah. Jika Anda mengidap masalah kesehatan di atas, berkonsultasilah dengan dokter.

Baca juga artikel berikut ini : CARA MENGHILANGKAN FLEK HITAM DI WAJAH

Pete yang kerap dimakan mentah juga mengandung zat yang dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dari makanan lain. Zat tersebut adalah tannin inhibitor (mencegah penyerapan zat besi yang berasal dari tumbuhan lain), trypsin inhibitor (mencegah penyerapan protein dari sumber makanan lain), dan hemagglutinin (glikoprotein alami yang mengakibatkan sel darah merah menggumpal).

Meski demikian, zat tersebut hanya terkandung sedikit pada pete. Anda pun bisa dengan mudah menghilangkannya dengan terlebih dahulu memasak pete, baik dengan dibakar, ditumis, dan lain-lain.