7 Fakta Dota yang Jarang Diketahui Orang (Part II)

7 Fakta Dota yang Jarang Diketahui Orang

7 Fakta Dota yang Jarang Diketahui Orang

4. Fakta Dota #4: King Leoric, Skeleton King

Untuk kamu yang terlebih dahulu mengenal Dota 2, maka kamu akan merasa asing dengan nama ini. Akan tetapi, bila kamu adalah pemain yang sudah bermain sejak gim Dota, kamu pasti lebih familiar dengan sebutan King Leoric dibandingkan dengan Wraith King.

Baca juga artikel berikut ini : 7 Fakta Dota yang Jarang Diketahui Orang (Part I)

Kebingungan dalam menyebut nama baru ini juga kerap terjadi di berbagai hero. Misalnya, yang dulunya Magina kini disebut dengan Anti Mage; yang dulunya dikenal dengan nama keren Lina Inverse alias Slayer, kini disingkat menjadi Lina.

Ya, King Leoric adalah sebutan dari era Dota AllStars untuk Wraith King yang sekarang kita kenal sebagai hero yang memiliki kemampuan untuk hidup kembali dengan kekuatan penuh setelah terbunuh untuk membalaskan dendam.

Meskipun Wraith King masih memiliki wujud seperti tengkorak, tapi apa yang membuatnya memiliki desain seperti ini?

Jawabannya terletak pada referensi dari Wraith King, yaitu King Leoric, the Skeleton King. King Leoric merupakan salah satu karakter yang lagi-lagi diadaptasi dari lore game Diablo.

Ia adalah seorang raja mulia yang dirasuki oleh Diablo secara diam-diam hingga gila karena membunuh semua orang yang dituduhnya telah menculik anaknya yang hilang. Pada akhirnya ia pun dibunuh oleh salah satu pasukannya sendiri.

Dia tidak pernah dikubur dengan layak dan dikubur dengan mengenakan armor-nya. Diablo kemudian membangkitkannya untuk menjadi salah satu komandannya dan memimpin pasukan tengkorak bersamanya.

King Leoric dungeon

Hingga saat ini banyak orang menginginkan Wraith King untuk memiliki kisah aslinya dari King Leoric atau Skeleton King; namun mereka semua juga sadar bahwa lore tersebut merupakan hak cipta eksklusif dari Blizzard.

5. Fakta Dota #5: Lina Inverse, the Slayer

Lina Inverse, atau yang di Dota 2 lebih dikenal dengan sebutan Lina saja, masih merupakan salah satu hero tipe Intelligence terkuat di era Dota 1 maupun di Dota 2 zaman now.

Tahukah kamu jikalau ternyata nama lengkap dan gelar yang dimiliki oleh karakter yang satu ini merupakan referensi langsung dari light novel, manga dan anime yang berjudul Slayers?

Lina Inverse adalah salah satu karakter utama pada serial Slayers yang memiliki kemampuan sihir yang kuat. Bahkan kemampuan sihirnya pada serial ini digunakan langsung sebagai nama skill-nya di Dota.

Dragon Slave, Light Strike Array, dan Laguna Blade (versi Jepang dari Ragna Blade) adalah jurus-jurus yang turut ditampilkan dari serial Slayers tersebut. Akan tetapi, Lina bukanlah satu-satunya karakter yang diangkat dari serial TV, loh!

6. Fakta Dota #6: Guinsoo’s Scythe of Vyse

Mungkin banyak di antara kalian yang akan merasa asing mendengar nama item ini. Tapi tahukah kamu bahwa item bernama panjang ini ternyata mengandung sebuah nama dari salah satu pengembang map Dota semasa masih di Warcraft 3?

Guinsoo, sama seperti IceFrog, adalah salah satu pengembang Dota pada masanya. Guinsoo sendiri adalah pendahulu dari IceFrog. Di tahun 2005, Steve “Guinsoo” Feak menurunkan proyek pengembangan Dota pada IceFrog, dan di tahun yang sama ia direkrut oleh Riot Games untuk mengembangkan MOBA League of Legends.

Guinsoo pada HQ Riot Games

Nah, sekarang terkuak kalau Dota adalah bapak dari segala MOBA! Akan tetapi, perlu diingat juga bahwa pada dasarnya League of Legends (LoL) tidaklah menjiplak game Dota. Hanya saja, LoL dikembangkan oleh salah satu pengembang Defense of the Ancients atau Dota.

Selain itu, Guinsoo juga turut meninggalkan sebuah nama ikonik untuk maskot Dota yang popularitasnya terus melambung hingga ke ajang turnamen jutaan dolar The International.

Maskot tersebut tidak lain diberi nama Roshan oleh Guinsoo! Ia menamai karakter ini berdasarkan nama bola bowling yang dimilikinya. Selain itu, Guinsoo juga membuat sebuah item bernama Guinsoo’s Rageblade dalam League of Legends. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa nama Guinsoo ditinggalkan di dalam Dota 2.

7. Fakta Dota #7: Eul’s Scepter of Divinity

Kisah di balik item satu ini juga serupa dengan Guinsoo. Kyle “eul” Sommer adalah sang pencipta dari game Defense of the Ancients atau DotA pertama yang mengembangkan game ini berdasarkan sebuah mod dari game StarCraft, yaitu Aeon of Strife.

Baca juga artikel berikut ini : 5 Hero Baru Mobile Legends dengan Skill Imba

Meskipun bukan menjadi map terbaik pada masanya sebagai game “AoS-like”, pengembangan yang dilanjutkan oleh Guinsoo pada saat menjadi Dota: Allstars berhasil membuat game ini menjadi game yang dikenal di seluruh dunia.

Eul juga sempat membantu Valve pada saat Riot Games melalui Steve “Pendragon” Mescon yang ingin memperebutkan hak atas “Defense of the Ancients”, dengan menyatakan telah menyerahkan segala hak atas nama tersebut kepada Valve.

Nah, sekian dulu fakta-fakta menarik seputar Dota yang dibeberkan pada tulisan kali ini.